Ilmuwan Sebut Merkurius Tak Seharusnya Ada di Tata Surya, Apa Maksudnya?

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Salah satu planet di tata surya kita telah lama membingungkan para astronom sebab karakteristiknya yang bertentangan dengan sebagian besar teori pembentukan planet. 

Planet tersebut adalah Merkurius, planet terdekat dengan Matahari.

Secara teori, para astronom mengatakan planet tersebut seharusnya tidak berukuran kecil dan tidak berada terlalu dekat dengan matahari.

Merkurius merupakan planet dengan permukaan yang tandus, sedikit fitur menonjol, tidak memiliki bukti keberadaan air, serta atmosfernya yang sangat tipis dan rapuh.

Peluang menemukan kehidupan di tengah kawah yang hangus pun hampir tidak ada.

Baca juga: NASA Temukan Lapisan Berlian Setebal 16 Kilometer di Merkurius

Merkurius jadi planet yang menimbulkan banyak tanya

Orbitnya yang sangat dekat dengan Matahari dan posisinya terlihat aneh, belum bisa dijelaskan oleh para astronom.

Hal ini menimbulkan pertanyaan dan asumsi bahwa planet tersebut seolah-olah tidak seharusnya ada.

"Ini agak memalukan. Ada beberapa detail penting yang kita lewatkan," kata Sean Raymond, ahli pembentukan dan dinamika planet di Universitas Bordeaux, Prancis dikutip dari BBC, Senin (29/12/2026). 

Pendapat senada juga diungkapkan oleh ilmuwan planet di Massachusetts Institute of Technology, AS, Saverio Cambioni.

"Merkurius mungkin adalah planet yang paling mirip dengan eksoplanet yang kita miliki karena pembentukannya yang tidak biasa. Planet tersebut sangat menakjubkan," kata Cambioni. 

Baca juga: Alasan Planet Merkurius dan Venus Tidak Memiliki Bulan atau Satelit Alami

Keunikan Merkurius

Dilansir dari BBC, Senin (29/12/2025), para astronom pertama kali menyadari ada yang salah dengan Merkurius setelah pesawat ruang angkasa Mariner 10 milik NASA terbang melewati planet tersebut tiga kali pada tahun 1974 dan 1975.

Melalui penerbangan tersebut untuk pertama kalinya diketahui pengukuran gravitasi awal planet serta memberikan gambaran mengenai bagian dalam Merkurius.

Berikut beberapa keanehan yang ditemukan oleh para astronom:

Ukuran Merkurius sangat kecil, sekitar 20 kali lebih ringan dari Bumi, dan lebarnya hampir sama dengan Australia.

Meski begitu, planet tersebut menjadi planet terpadat kedua di Tata Surya setelah Bumi karena inti logamnya yang besar menyumbang sebagian besar massanya.

Ketiga planet Bumi, Venus, dan Mars memiliki inti yang kaya akan besi yang membentuk sekitar setengah dari jari-jari planetnya.

Baca juga: Konjungsi Superior 20 Desember, Ketampakan Merkurius Beralih dari Fajar ke Senja

Di Bumi, inti ini terpisah menjadi inti dalam yang padat dan inti luar yang cair, yang berputar untuk menghasilkan medan magnet pelindung. Sementara itu, di atasnya terdapat mantel dan kerak bumi tempat manusia tinggal.

Merkurius sangat berbeda. Inti planet tersebut membentuk sekitar 85 persen dari jari-jari planet, dengan hanya lapisan tipis mantel serta kerak batuan di atasnya.

Inilah yang menyebabkan kepadatan planet tersebut menajdi sangat tebal. Meski begitu alasan mengapa strukturnya seperti ini masih belum sepenuhnya jelas.

"Pembentukan Merkurius adalah masalah besar. Masih belum jelas mengapa Merkurius terlihat seperti ini," kata Nicola Tosi, seorang ilmuwan planet di Pusat Kedirgantaraan Jerman di Berlin. 

Baca juga: NASA Temukan Lapisan Berlian Setebal 16 Kilometer di Merkurius

Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.